Sepakbola Gaya Jalanan Yang Dapat Jadi Neymar Baru, Siapa Sih Jadon Sancho?

Jarang kita memandang pemain muda Inggris dapat berkembang dan unjuk gigi di liga Eropa lainnya. Tapi hal itu berubah bila kita menyaksikan potensi yang dimiliki oleh Jadon Sancho di Borussia Dortmund musim ini.

Sancho baru saja dinobatkan sebagai pencetak gol termuda dari Inggris dalam sejarah Bundesliga sesudah membantu Dortmund menang atas Leverkusen. Sebelumnya pada bulan Januari lalu dirinya menjadi starter termuda asal Inggris di arena Bundesliga yaitu pada usia 17 tahun.

Dribble, trik dan kecepatan menjadi sebagian keunggulan yang dimiliki oleh Sancho, ia bermain sebagai winger kiri dan juga kanan. Tahun lalu keputusan besar ia buat dengan meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Dortmund yang menebusnya senilai 8 juta pound.

Nomor punggung tujuh pun ia dapat di Dortmund dan lantas masuk ke regu utama. Sancho didapuk sebagai pengganti Ousamne Dembele yang hijrah ke Barcelona. Musim lalu ia mendapatkan menit bermain sebanyak 12 pertandingan. Sebuah hal yang jarang terjadi di Liga Primer Inggris tentunya. “Asalkan ia tidak dikuasai ia dapat menjadi pemain jenis Neymar kami – dalam hal yang tidak dapat diprediksi, bermain di sisi kiri,” kata Dan Micciche, eks pelatih Sancho di timnas junior Inggirs.

“Dan ia flamboyan, menghibur untuk ditonton. Tapi seperti halnya Neymar, ia efektif dengan itu. Di sebagian besar pertandingan ia akan menjadikan sesuatu – ini bukan kontes kecantikan. Dia tidak hanya di lapangan menjentikkan kepala seseorang untuk kepentingan itu.”

Sancho memilih untuk hengkang permanen karena tidak berkeinginan bernasib seperti Patrick Roberts, winger muda Manchester City yang sudah dua kali dipinjamkan ke klub lain karena kesulitan mendapatkan daerah di skuat utama The Citizens.

Siapa Sih Jadon Sancho?

“Aku menginginkan kesempatan dan orang-orang terdekat aku paham hal itu. Dortmund yaitu regu terbaik untuk aku, karena suporter mereka benar-benar terkesan dengan pesepak bola muda,” ucap Sancho dalam sebuah wawancara dengan The Mirror. “Aku berkeinginan memperlihatkan terhadap remaja lainnya bahwa menjadi pesepak bola berhasil bukan selamanya bertahan di Inggris dan menjadi pemain pinjaman,” tuturnya.

“Sekiranya berkeinginan mendapatkan kesempatan tampil, kita harus menjalankan apa yang harus dijalankan, yaitu berkorban,” ucap Sancho lagi. Sepanjang musim ini Sancho sudah membuat lima assist, terbanyak untuk lima liga teratas di Eropa. Fakta besarnya yaitu semua assist itu ia buat hanya dalam 124 menit ia bermain.

Dan kapten Dortmund, Marco Reus, tidak dapat berdiskusi banyak seputar pemain sayap itu, mengatakan: “Pihak oposisi tau kami memiliki senjata kongkrit dalam aksi lantas sesudah Jadon masuk. Kami berbahagia kami memiliki kartu as seperti ini,” ujarnya.

Penampilan apik Sancho pun mulai dilirik pelatih timnas Inggris, Gareth Southagte. Bersama timnas Inggris U-17 ia menjuarai Piala Dunia U-17 pada tahun 2017 lalu. Perkembangan menyaksikan permainan Ronaldinho sebagai idola kecil, Sancho pun menduplikasi gaya bermain pemain asal Brasil itu.

Kecepatannya disaat menggiring bola dan mengurangi rasa takut ketika mengambil markernya memperlihatkan talenta yang jauh melampaui tahun-tahun tendernya. “Semenjak permulaan, aku sudah punya standar dan fokus mencapainya. Aku berkeinginan menjadikan lebih banyak gol dan juga assist,” kata Sancho.

“Istiadat ini sudah ada sejak aku masih kecil. Dulu ketika meniru turnamen, ayah selalu berkata ‘MVP, apakah kau benar-benar menginginkannya? Sebab ada banyak pemain lain yang juga berkeinginan mendapatkan trofi itu’. Kata-kata ayah membuat aku termotivasi untuk bermain dan berprofesi lebih keras,” ucapnya.

Sancho menjadi Pemain terbaik Turnamen di UEFA EURO 2017 U17 sesudah mencetak lima gol dan meletakkan lima assist – penghargaan juga dimenangkan oleh pemain seperti Mario Gotze, Toni Kroos, Cesc Fabregas dan Wayne Rooney.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *